Notulensi Sarasehan Career ASM BSI
dengan Dunia Industri dan Dunia Usaha
Hari : Rabu, 17 Mei 2017
Waktu : 10.30-13.00
Tempat : Ruang 3 BSI Kalimalang
Judul
: Membangun Kesepahaman antara Dunia
pendidikan dan Dunia industtri untuk mewujudkan kualitas SDM yang lulusannya
terserap di Dunia Kerja
Peserta
: 13 Orang
Acara dibuka oleh Bapak Suparman HL,
S.Sos M.Si selalu direktur Akademi sekretari dan Manajemen
Lalu
meneruskan dengan menjelaskan visi misi masing-masing program studi yang ada di
ASM BSI yaitu Prodi Sekretari dan Manajemen Administrasi, termasuk didalamnya
kegiatan prodi, kurikulum yang sedang berjalan, sertifikat kompetensi internal
sebagai surat keterangan pendamping ijazah ( SKPI). Bapak Suparman juga
menjelaskan bahwa Prodi Sekretari berdasarkan nomenklatur berganti menjadi
Prodi Administrasi Perkantoran dan Prodi manajemen administrasi berganti
menjadi Administrasi Bisnis.
Berikutnya acara di isi oleh Kiagus Rifdan
Anshori, S.Psi, MM dari PT Insan Solusi Integrasi ( Kaizen Indonesia). Bapak
Kiagus menjelaskan fakta yang terjadi di dunia usaha dan dunia industri bahwa
angkatan kerja naik cukup signifikan di tahun 2017 sebesar 6,13 juta naik dari
agustus 2016.
Beliau
menjelaskan pula bahwa tenaga pekerja banyak yang tidak paham dengan passion
masing-masing, asasnya hanya “yang penting kerja” . Sedangkan cita-cita
individu harus beririsan dengan visi misi perusahaan agar visi misi perusahaan
berjalan dengan baik yang irisannya disebut dengan share value.
Kompetensi bukan hanya sekedar keahlian,
keterampilan, kemampuan saja namun juga menyangkut aspek-aspek sikap (
attitude) , peran social dan citra diri, karena gagalnya orang-orang
mendapatkan pekerjaan rata-rata gagal di attitude. Perusahaan membutuhkan SDM
yang memiliki kompetensi yang dapat menunjang pencapaian visi dan misi
perusahaan. Minimal dawali dengan Magang oleh mahasiswa. Intinya institusi
harus membekali mahasiswa tidak hanya dengan pengentahuan dan kemampuannya,
namun juga Attitudenya. Dari attitude akan dilihat yang utama adalah
Integritasnya.
Kenyataan Di dunia industri dan Usaha adalah
bahwa Pendidikan vokasi ( d3) kurang diminati oleh dunia industri dan usaha,
karena banyak mencari tenaga kerja S1 atau SMK. Karena dunia Industri dan Usaha
menganggap bahwa SMK lebih bisa dibayar murah dengan kompetensi yang sama.
Hal
ini lah yang harus diperbaiki oleh akademisi D3, untuk membuat keunikan agar d3
bisa diminati untuk merekrut tenaga kerja salah satunya adalah mengasah
Kompetensi terkhusus untuk Attitudenya, bukan tidak mungkin kalau tenaga kerja
d3 bisa bersaing dengan tenaga kerja s1.
Semua industri dan usaha saat ini hanya melihat
kompetensi ( Pengetahuan, Skill, Attitude, dan Pengetahuan). Cara melatih
attitude adalah dengan melatih mereka untuk membuat project , sebuah kerjasama
antar kelompok agar softskillnya terasah. Penilaian project untuk melihat
attitudenya sebaiknya melakukan
penilaian 360 derajat dari guru, teman-teman
dan orang yang dlakukan pelatihan.
Berikutnya acara di
isi oleh Ibu Merry Indah dari Ikatan Sekretari Indonesia yang menyampaikan
bahwa pada dasarnya kesempatan kerja untuk sekretari dan manajemen administrasi
sangat banyak, namun harus diiringi dengan calon tenaga kerja yang memiliki
kompetensi. Ibu Merry sendiri menekankan bahwa Kompetensi harus di asah, baik
skill, Pengetahuan dan attitude dengan mengusulkan lebih banyak praktek didalam
kurikulum agar mahasiswa nanti mampu menjawab tantangan yang diberikan
perusahaan untuk melakukan kegiatan-kegiatan administrasi.
Penggunaan Bahasa saat
ini menjadi hal yang sangat penting yang dilihat oleh stakeholder dalam
menjaring tenaga kerja, termasuk penggunaan teknologi. Karena teknologi tidak bisa
lepas dari kehidupan pekerjaan seorang administrasi dan sekretaris.
Sekretaris juga harus
paham tentang SDM, membaca laporan keuangan perusahaan, ilmu ekonomi, MICE,
Pembelajaran tentang teknik melamar kerja, Publik Speaking, dan
entrepreneurship dan terakhir perbanyak relasi.



0 komentar:
Posting Komentar